Widget HTML Atas

Facebook Marketing 1# Prinsip Jualan Online di FB Tanpa Rugi

jualan di facebook

Facebook bisa dibilang sosial media yang engga ada matinya.

Sempat meredup beberapa tahun belakangan ini, sekarang Facebook justru makin besar.

Saya pribadi sudah berhenti fesbukan cukup lama, tapi akhir-akhir ini saya kembali online.

Baru nongol di Facebook setelah sekian lama rasanya seperti newbie saja, melihat banyak sekali fitur baru di Facebook saya jadi semakin semangat.

Salah satu fitur baru adalah marketplace.

Ya, fitur Facebook yang dikhususkan untuk jualan ini sangat membantu para pebisnis online dan juga pemula seperti saya.

Ngapain Fesbukan ?

Saya ingin tau apa tujuan kalian online di Facebook. Apakah hanya...
Iseng ngabisin waktu luang
Melampiaskan emosi
Wadah buat galau-galauan
Sarana curhat yang engga jelas
Atau justru ingin...
Membaca selera pasar
Mencari kolam ikan untuk promosi
Mendulang trafik ke blog
Mendapatkan pembeli
Menjual produk lebih banyak
Membangun personal branding
...dan masih banyak lagi.

Alhasil, niat anda akan menentukan hasil yang didapat.

Jika tujuan utamanya adalah jualan online di Facebook, anda harus paham prinsipnya terlebih dahulu.

Kenapa begitu ?

Simpel. Jualan di Facebook itu berbeda dengan jualan di marketplace atau toko online.

Terutama jika anda memakai akun pribadi untuk jualan, pasti sulit. Banyak tahapan yang harus anda pahami agar jualan anda di Facebook bisa laris manis dengan mudah.

Salah satunya adalah dengan mengetahui prinsip jualan di Facebook berikut ini.

Sosial Media Bukan Selling Media

Pahami dan garisbawahi, Facebook itu sosial media bukan selling media.

Tujuan fesbukan ya untuk bersosial dan menjalin koneksi satu sama lain.

Jualan di Facebook tentu tidak salah jika
anda memakai fitur yang dikhususkan untuk jualan seperti FB Ads dan Marketplace.
Om Mark sendiri bilang bahwa Facebook dibuat untuk memudahkan komunikasi dan interaksi sosial.

Karena ini sosial media, cara jualannya juga engga boleh sembarangan. Jangan sampai anda...
Membanjiri timeline dengan iklan
Bikin status yang isinya cuman jualan
Ngetag brutal nama temen
Nyepam jualan di grup tanpa permisi
Ini salah.

Saya pribadi kalo punya temen Facebook kaya gini pasti langsung saya unfriend. Yaiyalah, muak banget, tiap liat beranda isinya cuman jualan gimana engga bosen.

Interaksi Dulu Profit Kemudian

Jangan ngarep laku jualan kalo status Facebook isinya cuman promosi, promosi, dan promosi.

Ingat ini sosial media bukan selling media.

Temen Facebook anda itu orang, punya perasaan, dan butuh perhatian. Like dan komen status mereka, kalo perlu chit chat biar akrab.

Psikologi orang itu kalo dibaikin biasanya akan baik balik ke kita. Kalo tidak unfriend aja, cari temen yang bisa diajak interaksi dan aktif di Facebook.

Percuma kan kalo anda promosi tapi temen anda engga ada yang aktif Fesbukan.

Makin Akrab Makin Laris

Istilah tak kenal maka tak sayang memang benar adanya. Kalo hubungan anda dengan
teman-teman Facebook bagus, mudah-mudahan konversinya juga makin gede.

Ingat !
Semakin bagus relasinya, semakin tinggi konversinya. Jadi jangan sepelekan ini.

Mulai sekarang cobalah akrab dengan teman-teman Facebook anda, kalo perlu share dan komen di status mereka buat nyari perhatian.

Sharing Dulu Selling Belakangan

Baru online langsung jualan, itu salah.

Dimanapun media jualannya, sharing itu penting. Pastikan dulu apakah...
Orang tahu siapa anda
Orang tau apa yang anda jual
Orang percaya dengan anda
Orang puas dengan konten anda
Mindset ini penting.

Jika anda sering sharing seputar masalah yang anda punya solusinya, dan orang-orang suka, produk anda akan dengan mudah terjual.

Ambil contoh misalnya saya menjual produk penghilang jerawat.

Yang perlu saya lakukan adalah sharing seputar tips menghilangkan jerawat, bagaimana mencegahnya, dan solusi yang saya punya.

Biar maksimal sharingnya, gunakan teknik copywriting dan hypnotic story telling.

Personal Branding di Facebook

Kalau mau jualan di Facebook makin laris, anda perlu sebuah personal branding yang kuat.

Personal brand adalah image dan persepsi yang tertanam dalam benak orang lain.

Semakin kuat personal brand anda, semakin tinggi trust (kepercayaan) customer pada anda.

Untuk membangun personal branding yang menjual, setidaknya anda perlu melakukan 5 hal berikut.

1. Tentukan Prinsip

Apa yang penting dalam kehidupan anda saat ini, itulah prinsip. Prinsip inilah yang akan menjadi identitas pembentuk personal branding anda kedepan.

Beberapa contoh prinsip seperti...
Spiritual
Growth
Family
Earning
Learn
Commitment
Discipline
...dan masih banyak lagi.

2. Tunjukan Passion

Cari tahu bidang dan aktifitas apa yang paling anda cintai. Itulah passion. Jika anda masih bingung, coba tanyakan pada diri sendiri...
Ingin seperti apa diri anda dikenal ? Bagaimana orang lain mengenal anda ?
Apa keahlian anda ?
Jawaban pertanyaan tersebut, dan anda akan tau passion yang anda punya.

Ingat !

Fokus pada satu passion. Jangan ingin merasa hebat di semua hal, karena hal itu justru akan membuat anda tidak dikenal.

3. Percantik Tampilan

Jika anda serius ingin segera membangun personal branding maka segera percantik tampilan akun Facebook anda.

Mulai dari desain cover Facebook, foto profil, nickname, gambar postingan, penulisan status, dan lain-lain.

Buat semuanya itu menggambarkan personal brand anda.

4. Perbanyak Prestasi

Torehkan prestasi di bidang yang ingin anda tonjolkan.

Misalnya jika personal branding anda "pakar SEO", maka ikutlah berbagai kontes SEO dan torehkan prestasi di sana.

Semakin berprestasi, semakin anda dikenal sebagai ahli dan pakar di bidang tersebut.

5. Bangun Authority

Semakin tinggi authoritynya, semakin mudah dipercaya sama orang.

Ingat !
Berikut beberapa tips membangun authority di Facebook yang bisa anda coba...
Konsisten update status sesuai passion
Like dan komen di status teman
Buat story telling di status FB
Bagikan Ebook gratis
Buat grup sharing
Jika anda sudah memahami prinsip diatas, saya sarankan untuk segera praktek dan praktek.

Bangunlah interaksi, hidupkan Facebook anda, manusiakan teman anda. Mulai sekarang, ubah mindset dan gunakan Facebook sebijak mungkin.
Pebriansah
Pebriansah Medical Student & Content Writter
LIHAT KOMENTAR

Berlangganan via Email